Title : The Vow of Choi
Family
Author : Stephanie Park(@sabilaanw)
Genre : Romance, Daily Life, Friendship
Rate : PG-17 (?)
Lenght : Series Fic
Main cast :
• Choi Sooyoung [SNSD]
• Cho Kyuhyun [Super Junior]
Other cast :
• Jung Yoogeun [SHINee Hello Baby] as Cho Kyuyoung (Sooyoung & Kyuhyun child).
• Choi Soojin (Sooyoung’s sister)
• Cho Ahra (Kyuhyun’s sister)
• SNSD member, Super Junior member
• Other cast just find it in the story....
Disclaimer : The Plot is MINE.
== Sooyoung Pov ==
Sudah hampir seminggu aku kembali ke Seoul. Semuanya sangat indah seperti yang Jihye sajangnim katakan padaku sebelum kami berangkat ke Seoul. Aku mendapatkan kembali pekerjaanku sebagai idol dengan sambutan yang baik dari fans, mendapatkan suamiku, dan kebahagiaan kami lagi.Terlintas di benakku kerinduan akan kedua orang tuaku, namun aku selalu mengurungkan niatku bertemu dengan mereka. Ketakutan akan terpisahkan lagi dengan suami dna putraku sudah cukup sebagai alasan untuk tidak menemui mereka.
Ketika kubuka mataku pagi ini kulihat Kyuyoung dan Kyuhyun masih tertidur lelap di sampingku, membuatku merasa kebahagianku semakin lengkap. Aku beranjak bangkit dari ranjang tanpa membuat suara agar tidak menggangu mereka. Aku menuruni tangga menuju lantai dasar dan melihat Ahra eonni dan eommeonim bersiap-siap memasak sarapan bersama ajumma.
“ Kau sudah bangun?”, tanya Ahra eonnie.
“ Ne~ ada yang bisa kubantu?”, tanyaku.
“ Tolong potong dagingnya!”, kata eommeonim
“ Ne~!”, kataku sambil duduk di kursi meja makan dan mulai memotong daging sapi yang sepertinya akan ditumis ini.
“ Sooyoung-ah?”, terdengar suara abeonim dari ruang tamu.
“ Ne abeonim?”, tanyaku.
“ Appamu meneleponku semalam, dia ingin kau pulang ke rumah karena sepertinya eommamu sakit!”, katanya.
“ Ne?”, tanyaku heran.
“ Pulanglah ke rumahmu bersama Kyuhyun dan Kyuyoung~! Mereka sangat mencemaskanmu!”, kata abeonim.
“ Aku tidak mau!”, sahutku sambil tetap memotong daging ini.
“ Kau tidak usah takut! Orang tuamu tidak akan memisahkan kalian lagi! Aku jamin!”, kata abeonim yang tiba-tiba suda berada di dapur.
“ Aku tidak akan tertipu oleh mereka lagi~!”, kataku pelan.
“ Yeobo, Sooyoung tidak mau jangan memaksanya!”, kata eommeonim.
“ Aku tidak memaksanya, tapi mereka kan orang tuamu, jangan menyiksa mereka lagi dihari tua mereka! Cobalah memaafkan mereka!”, kata abeonim.
“ Aku sudah memaafkan mereka dari dulu hanya saja.... Appa itu tidak pernah mau mengalah! Aku hanya tidak mau harus terpisahkan lagi seperti empat tahun terakhir ini!”, kataku.
“ Bagaimana jika kita juga ikut? Kita pergi bersama-sama sehingga mereka tidak akan mungkin menyakiti Sooyoung!”, usul Kyuhyun yang sudah turun sambil menggendong Kyuyoung.
“ Bagus juga idemu~!”, sahut Ahra eonnie.
“ Tapi...”, aku menatap Kyuhyun.
“ Gwenchana! Lagi pula aku sangat ingin bertemu lagi dengan orang tuamu! Kyuyoung juga kan?”, tanya Kyuhyun yang dijawab anggukan oleh Kyuyoung.
“ Baiklah!”, kataku pelan.
== Sooyoung Pov End ==
Siang itu keluarga Cho dengan menggunakan dua mobil berangkat berbarengan menuju kediaman keluarga Choi di daerah Gangnam. Hanya Kyuhyun dan Kyuyoung yang sepertinya bersemangat dalam perjalanan ini, sementara Sooyoung tidak banyak mengeluarkan suara.
Mereka tiba di rumah keluarga Choi kurang lebih 30 menit kemudian. Terlihat banyak bodyguard berjaga di halaman rumah itu. Sooyoung adalah orang yang pertama kali keluar dari mobil dan dengan langkah beratnya dia memencet bel pintu rumahnya.
“ Annyeonghaseo... ah, nona? Silahkan masuk!”,sapa ajumma yang sudah lama bekerja untuk keluarga Choi.
“ Apa appa dan eomma di rumah?”, tanya Sooyoung.
“ Ne~! Silahkan duduk, akan saya panggilkan!”, kata ajumma itu.
“ Ayo duduklah!”, kata Sooyoung pada suami dan keluarga suaminya.
“ Eomma, ada foto eomma!”, kata Kyuyoung sambil menunjuk ke dinding.
“ Ne, itu eomma saat masih muda dulu!”, sahut Sooyoung sambil menaruh Kyuyoung di pangkuannya.
“ Eomma cantik!”, Kyuyoung mengecup eommanya.
“ Kyuyoung-ah, harusnya appa yang mencium eomma!”, Kyuhyun mencubit pipi putranya itu.
“ Eomma punyanya Kyuyoung!”, Kyuyoung merong ke arah appanya.
“ Sudah! Sudah!”, Sooyoung menghalangi keduanya agar tidak berkelahi.
“ Sooyoung-ah!”, terdengar suara Nyonya Choi gemetaran.
“ Eomma?”, Sooyoung bangkit dari duduknya dan menyerahkan Kyuyoung pada Kyuhyun.
“ Kemarilah~!”, Nyonya Choi merentangkan tangannya yang disambut pelukan oleh Sooyoung.
== Kyuhyun Pov ==
Kulihat Sooyoung sangat tenang dalam pelukkan eommeonim. Walaupun tadi pagi dia menolak untuk datang ke sini tapi nyatanya dia sangat merindukan keluarganya. Keluarga bagi Sooyoung adalah hal yang sangat berharga, walaupun segala yang telah mereka lakukan, Sooyoung tetap sangat mencintai mereka.
“ Appa, appa ciapa yang dipeyuk eomma?”, tanya Kyuyoung.
“ Ah itu...eung...!”, aku menatap Sooyoung dan eommeonim.
“ Halmeoni! Halmeoni bullojo!”, kata eommeonim yang melepaskan pelukkannya dari Sooyoung dan berjalan ke arah kami.
“ Halmeoni?”, Kyuyoung menatap eommeoni dengan heran.
“ Ne Kyuyoung-ah, ini eommanya eomma jadi kau harus memanggilnya halmeoni!”, kata abeoji.
“ Kyuyoung punya dua halmeoni! Acik!”, kata Kyuyoung manja.
“ Lama tidak bertemu ya Jinwoo-yya, Sunmi-yya!”, kata eommeonim.
“ Iya... lama sekali! Dimana Hageun?”, tanya abeoji.
“ Dia sedang ke kantor bersama Soojin tapi aku sudah meneleponnya supaya mereka pulang!”, kata eommeonim.
“ Kudengar kau tidak sehat?”, tanya eomma.
“ Begitulah! Ah apa kalian sudah makan? Ingin makan sesuatu?”, tanya eommeoni.
“ Anio kami sudah makan! Eomma bagaimana bisa kau sekurus ini hah? Aku pergi dari rumah seharusnya kau bertambah sehat karena tidak harus mengurusiku!”, Sooyoung tampak cemberut.
“ Eomma memikirkanmu selama ini! Kemana saja kau hah? Dasar anak bodoh! Kau membuatku hampir mati karena mencemaskanmu!”, kata eommeoni.
“ Aku bersama Jihye sajangnim!”, kata Sooyoung.
“ Jihye? Pantas saja kami tidak menemukanmu!”, kata eommeonim.
Melihat mereka sedikit berargumen membuatku senang karena artinya sudah tidak ada beban lagi diantara mereka. Bagiku ini merupakan bonus untuk kebahagian keluarga kami.
== Kyuhyun Pov ==
“ Eomma, kalian tidak akan memisahkan kami lagi kan?”, Sooyoung menatap Nyonya Choi.
“ Anak bodoh ini! Tentu saja tidak, sudah cukup kehilangan kau selama empat tahun! Sekarang lakukanlah apapun yang kau suka!”, kata Nyonya Choi.
“ Jinjja? Kau merestuiku dan Kyuhyun oppa?”, tanya Sooyoung yang terlihat seperti anak kecil.
“ Ne, aku memberi restu untukmu dan Kyuhyun! Baik-baiklah kalian berdua ne? Berumah tangga itu tidak mudah apalagi kalian sudah punya anak! Beri contoh yang baik untuk anak kalian!”, kata Nyonya Choi.
“ Ne eommeonim! Kami pasti akan memberi contoh yang baik untuk Kyuyoung!”, kata Kyuhyun.
“ Sooyoung-ah!”, terdengar suara tuan Choi yang terburu-buru dari pintu depan.
“ Sooyoung?”, Soojin mengikuti di belakangnya.
“ Annyeonghaseo Cho Sooyoung imnida!”, kata Sooyoung pada kedua orang itu.
“ Appa tahu kau sudah menjadi nyonya Cho sekarang!”, komentar Tuan Choi sambil memasang wajah cemberutnya.
“ Annyeonghaceo Cho Kyuyoung imnida!”, Kyuyoung juga memberi salam karena eommanya memberi salam.
“ Wah ada malaikat kecil di sini.... kemarilah!”, kata Tuan Choi tanpa adanya penolakan dari Kyuyoung.
“ Sooyoung-ah!”, Soojin melirik Sooyoung.
“ Ayo kita bicara berdua saja!”, kata Sooyoung.
“ Eomma mau kemana Kyuyoung ikutt!”, Kyuyoung merengek ketika melihat Sooyoung dan Soojin akan menaiki tangga.
“ Kau di sana saja! Eomma hanya sebentar!”, kata Sooyoung.
“ Anio! Kyuyoung ikut! Kyuyoung mau jaga eomma!”, Kyuyoung berlari menyebrangi ruang tamu dan menarik tangan Sooyoung.
“ Arasseo!”, sahut Sooyoung kahirnya sambil menggendong putranya.
Sooyoung, Kyuyoung dan Soojin tiba di kamar Sooyoung yang sudah hampir empat tahun tidak ia masuki. Kamarnya masih sama dengan nuansa pink penuh foto-fotonya dengan SNSD dan keluarganya.
“ Jujur saja aku tidak bisa memaafkanmu!”, kata Sooyoung.
“ Aku tahu! Itu semua salahku!”, kata Soojin.
“ Saat itu apa kau tahu? Aku sangat ketakutan! Hampir setiap hari selama sembilan bulan aku mengandung Kyuyoung aku selalu merasa diikuti malaikat kematian!”, kata Sooyoung.
“ Jeongmal Mianhae!”, kata Soojin menunduk.
“ Aku pikir kau menyayangiku, tapi kau begitu kejam!”, Sooyoung mendelik ke arah Soojin.
“ ....”, Soojin tidak bicara melainkan hanya menunduk.
“ Aku juga masih ingat, dihari pertama pernikahanku kau merusak semuanya! Eonnie macam apa kau ini? Tidak punya perasaan sedikitpun! Haruskah aku melakukan hal yang sama padamu agar kau tahu perasaanku?”, teriak Sooyoung.
“ Eomma... !”, Kyuyoung menepuk pipi eommanya.
“ Kalau bukan demi Kyuhyun, kalau bukan demi anak ini, mungkin aku bersikap sama kejamnya denganmu! Tapi karena merekalah aku tetap tenang, demi merek aku bertahan! Karena aku mencintai mereka!”, kata Sooyoung.
“ Aku tahu kau sangat membenciku Sooyoung-ah, aku minta maaf! Aku terlalu berlebihan! Aku bukan eonnie yang baik!”, Soojin berlutut di depan Sooyoung sambil mengucapkan kata-kata maaf dengan tulus.
“ Kau memang bukan eonnie yang baik bagiku! Tapi dari kejadiaan ini aku rasa semua orang punya kesempatan keduanya! Saat ini aku sudah sangat bahagia dengan hidupku dan kuharap kau tidak akan mengambilnya lagi!”, kata Sooyoung.
“ Tentu saja! Aku tidak akan mengulangi kebodohanku lagi! Aku bersumpah atas nama keluarga Choi aku tidak akan melakukan kebodohan yang merugikan orang lain lagi! Aku akan berubah dan menjadi eonnie yang lebih baik untuk dongsaengnku!”, kata Soojin.
“ Algesseyo!”, kata Sooyoung pelan.
Mereka lalu kembali ke ruang tamu dimana keluarga Choi dan keluarga Cho sudah menunggu. Kyuhyun tampak melempar sneyuman pada istrinya. Sooyoung dan Soojin terlihat kembali akrab seperti sediakala seolah tidak ada permasalahan yang terjadi diantara mereka.
Hari ini Kyuyoung menjadi pusat perhatian kedua keluarga itu. Dia menunjukkan banyak keimutan dan memberikan keceriaan bagi kedua keluarga itu. Semua masalah seolah terlupakan dengan adanya kyuyoung ditengah-tengah meteka.
“ Akhirnya semua memiliki ending yang indah! Oppa, neomu saranghae!”, Sooyoung memeluk Kyuhyun.
“ Nado!”, kata Kyuhyun sambil mengecup keningnya.
Kyuhyun tidak pernah menceritakan pada Sooyoung alasan konyol dibalik masalah pelarangan hubungannya dulu, karena Kyuhyun merasa hal itu sudah tidak penting untuk di bicarakan. Dengan adanya Kyuyoung dalam hidup mereka kebahagiaan mereka pun terasa lengkap. Kehidupan mereka terus berlanjut dengan penuh bumbu cinta kasih dan dukungan dari kedua keluarga.
THE END
Author : Stephanie Park(@sabilaanw)
Genre : Romance, Daily Life, Friendship
Rate : PG-17 (?)
Lenght : Series Fic
Main cast :
• Choi Sooyoung [SNSD]
• Cho Kyuhyun [Super Junior]
Other cast :
• Jung Yoogeun [SHINee Hello Baby] as Cho Kyuyoung (Sooyoung & Kyuhyun child).
• Choi Soojin (Sooyoung’s sister)
• Cho Ahra (Kyuhyun’s sister)
• SNSD member, Super Junior member
• Other cast just find it in the story....
Disclaimer : The Plot is MINE.
== Sooyoung Pov ==
Sudah hampir seminggu aku kembali ke Seoul. Semuanya sangat indah seperti yang Jihye sajangnim katakan padaku sebelum kami berangkat ke Seoul. Aku mendapatkan kembali pekerjaanku sebagai idol dengan sambutan yang baik dari fans, mendapatkan suamiku, dan kebahagiaan kami lagi.Terlintas di benakku kerinduan akan kedua orang tuaku, namun aku selalu mengurungkan niatku bertemu dengan mereka. Ketakutan akan terpisahkan lagi dengan suami dna putraku sudah cukup sebagai alasan untuk tidak menemui mereka.
Ketika kubuka mataku pagi ini kulihat Kyuyoung dan Kyuhyun masih tertidur lelap di sampingku, membuatku merasa kebahagianku semakin lengkap. Aku beranjak bangkit dari ranjang tanpa membuat suara agar tidak menggangu mereka. Aku menuruni tangga menuju lantai dasar dan melihat Ahra eonni dan eommeonim bersiap-siap memasak sarapan bersama ajumma.
“ Kau sudah bangun?”, tanya Ahra eonnie.
“ Ne~ ada yang bisa kubantu?”, tanyaku.
“ Tolong potong dagingnya!”, kata eommeonim
“ Ne~!”, kataku sambil duduk di kursi meja makan dan mulai memotong daging sapi yang sepertinya akan ditumis ini.
“ Sooyoung-ah?”, terdengar suara abeonim dari ruang tamu.
“ Ne abeonim?”, tanyaku.
“ Appamu meneleponku semalam, dia ingin kau pulang ke rumah karena sepertinya eommamu sakit!”, katanya.
“ Ne?”, tanyaku heran.
“ Pulanglah ke rumahmu bersama Kyuhyun dan Kyuyoung~! Mereka sangat mencemaskanmu!”, kata abeonim.
“ Aku tidak mau!”, sahutku sambil tetap memotong daging ini.
“ Kau tidak usah takut! Orang tuamu tidak akan memisahkan kalian lagi! Aku jamin!”, kata abeonim yang tiba-tiba suda berada di dapur.
“ Aku tidak akan tertipu oleh mereka lagi~!”, kataku pelan.
“ Yeobo, Sooyoung tidak mau jangan memaksanya!”, kata eommeonim.
“ Aku tidak memaksanya, tapi mereka kan orang tuamu, jangan menyiksa mereka lagi dihari tua mereka! Cobalah memaafkan mereka!”, kata abeonim.
“ Aku sudah memaafkan mereka dari dulu hanya saja.... Appa itu tidak pernah mau mengalah! Aku hanya tidak mau harus terpisahkan lagi seperti empat tahun terakhir ini!”, kataku.
“ Bagaimana jika kita juga ikut? Kita pergi bersama-sama sehingga mereka tidak akan mungkin menyakiti Sooyoung!”, usul Kyuhyun yang sudah turun sambil menggendong Kyuyoung.
“ Bagus juga idemu~!”, sahut Ahra eonnie.
“ Tapi...”, aku menatap Kyuhyun.
“ Gwenchana! Lagi pula aku sangat ingin bertemu lagi dengan orang tuamu! Kyuyoung juga kan?”, tanya Kyuhyun yang dijawab anggukan oleh Kyuyoung.
“ Baiklah!”, kataku pelan.
== Sooyoung Pov End ==
Siang itu keluarga Cho dengan menggunakan dua mobil berangkat berbarengan menuju kediaman keluarga Choi di daerah Gangnam. Hanya Kyuhyun dan Kyuyoung yang sepertinya bersemangat dalam perjalanan ini, sementara Sooyoung tidak banyak mengeluarkan suara.
Mereka tiba di rumah keluarga Choi kurang lebih 30 menit kemudian. Terlihat banyak bodyguard berjaga di halaman rumah itu. Sooyoung adalah orang yang pertama kali keluar dari mobil dan dengan langkah beratnya dia memencet bel pintu rumahnya.
“ Annyeonghaseo... ah, nona? Silahkan masuk!”,sapa ajumma yang sudah lama bekerja untuk keluarga Choi.
“ Apa appa dan eomma di rumah?”, tanya Sooyoung.
“ Ne~! Silahkan duduk, akan saya panggilkan!”, kata ajumma itu.
“ Ayo duduklah!”, kata Sooyoung pada suami dan keluarga suaminya.
“ Eomma, ada foto eomma!”, kata Kyuyoung sambil menunjuk ke dinding.
“ Ne, itu eomma saat masih muda dulu!”, sahut Sooyoung sambil menaruh Kyuyoung di pangkuannya.
“ Eomma cantik!”, Kyuyoung mengecup eommanya.
“ Kyuyoung-ah, harusnya appa yang mencium eomma!”, Kyuhyun mencubit pipi putranya itu.
“ Eomma punyanya Kyuyoung!”, Kyuyoung merong ke arah appanya.
“ Sudah! Sudah!”, Sooyoung menghalangi keduanya agar tidak berkelahi.
“ Sooyoung-ah!”, terdengar suara Nyonya Choi gemetaran.
“ Eomma?”, Sooyoung bangkit dari duduknya dan menyerahkan Kyuyoung pada Kyuhyun.
“ Kemarilah~!”, Nyonya Choi merentangkan tangannya yang disambut pelukan oleh Sooyoung.
== Kyuhyun Pov ==
Kulihat Sooyoung sangat tenang dalam pelukkan eommeonim. Walaupun tadi pagi dia menolak untuk datang ke sini tapi nyatanya dia sangat merindukan keluarganya. Keluarga bagi Sooyoung adalah hal yang sangat berharga, walaupun segala yang telah mereka lakukan, Sooyoung tetap sangat mencintai mereka.
“ Appa, appa ciapa yang dipeyuk eomma?”, tanya Kyuyoung.
“ Ah itu...eung...!”, aku menatap Sooyoung dan eommeonim.
“ Halmeoni! Halmeoni bullojo!”, kata eommeonim yang melepaskan pelukkannya dari Sooyoung dan berjalan ke arah kami.
“ Halmeoni?”, Kyuyoung menatap eommeoni dengan heran.
“ Ne Kyuyoung-ah, ini eommanya eomma jadi kau harus memanggilnya halmeoni!”, kata abeoji.
“ Kyuyoung punya dua halmeoni! Acik!”, kata Kyuyoung manja.
“ Lama tidak bertemu ya Jinwoo-yya, Sunmi-yya!”, kata eommeonim.
“ Iya... lama sekali! Dimana Hageun?”, tanya abeoji.
“ Dia sedang ke kantor bersama Soojin tapi aku sudah meneleponnya supaya mereka pulang!”, kata eommeonim.
“ Kudengar kau tidak sehat?”, tanya eomma.
“ Begitulah! Ah apa kalian sudah makan? Ingin makan sesuatu?”, tanya eommeoni.
“ Anio kami sudah makan! Eomma bagaimana bisa kau sekurus ini hah? Aku pergi dari rumah seharusnya kau bertambah sehat karena tidak harus mengurusiku!”, Sooyoung tampak cemberut.
“ Eomma memikirkanmu selama ini! Kemana saja kau hah? Dasar anak bodoh! Kau membuatku hampir mati karena mencemaskanmu!”, kata eommeoni.
“ Aku bersama Jihye sajangnim!”, kata Sooyoung.
“ Jihye? Pantas saja kami tidak menemukanmu!”, kata eommeonim.
Melihat mereka sedikit berargumen membuatku senang karena artinya sudah tidak ada beban lagi diantara mereka. Bagiku ini merupakan bonus untuk kebahagian keluarga kami.
== Kyuhyun Pov ==
“ Eomma, kalian tidak akan memisahkan kami lagi kan?”, Sooyoung menatap Nyonya Choi.
“ Anak bodoh ini! Tentu saja tidak, sudah cukup kehilangan kau selama empat tahun! Sekarang lakukanlah apapun yang kau suka!”, kata Nyonya Choi.
“ Jinjja? Kau merestuiku dan Kyuhyun oppa?”, tanya Sooyoung yang terlihat seperti anak kecil.
“ Ne, aku memberi restu untukmu dan Kyuhyun! Baik-baiklah kalian berdua ne? Berumah tangga itu tidak mudah apalagi kalian sudah punya anak! Beri contoh yang baik untuk anak kalian!”, kata Nyonya Choi.
“ Ne eommeonim! Kami pasti akan memberi contoh yang baik untuk Kyuyoung!”, kata Kyuhyun.
“ Sooyoung-ah!”, terdengar suara tuan Choi yang terburu-buru dari pintu depan.
“ Sooyoung?”, Soojin mengikuti di belakangnya.
“ Annyeonghaseo Cho Sooyoung imnida!”, kata Sooyoung pada kedua orang itu.
“ Appa tahu kau sudah menjadi nyonya Cho sekarang!”, komentar Tuan Choi sambil memasang wajah cemberutnya.
“ Annyeonghaceo Cho Kyuyoung imnida!”, Kyuyoung juga memberi salam karena eommanya memberi salam.
“ Wah ada malaikat kecil di sini.... kemarilah!”, kata Tuan Choi tanpa adanya penolakan dari Kyuyoung.
“ Sooyoung-ah!”, Soojin melirik Sooyoung.
“ Ayo kita bicara berdua saja!”, kata Sooyoung.
“ Eomma mau kemana Kyuyoung ikutt!”, Kyuyoung merengek ketika melihat Sooyoung dan Soojin akan menaiki tangga.
“ Kau di sana saja! Eomma hanya sebentar!”, kata Sooyoung.
“ Anio! Kyuyoung ikut! Kyuyoung mau jaga eomma!”, Kyuyoung berlari menyebrangi ruang tamu dan menarik tangan Sooyoung.
“ Arasseo!”, sahut Sooyoung kahirnya sambil menggendong putranya.
Sooyoung, Kyuyoung dan Soojin tiba di kamar Sooyoung yang sudah hampir empat tahun tidak ia masuki. Kamarnya masih sama dengan nuansa pink penuh foto-fotonya dengan SNSD dan keluarganya.
“ Jujur saja aku tidak bisa memaafkanmu!”, kata Sooyoung.
“ Aku tahu! Itu semua salahku!”, kata Soojin.
“ Saat itu apa kau tahu? Aku sangat ketakutan! Hampir setiap hari selama sembilan bulan aku mengandung Kyuyoung aku selalu merasa diikuti malaikat kematian!”, kata Sooyoung.
“ Jeongmal Mianhae!”, kata Soojin menunduk.
“ Aku pikir kau menyayangiku, tapi kau begitu kejam!”, Sooyoung mendelik ke arah Soojin.
“ ....”, Soojin tidak bicara melainkan hanya menunduk.
“ Aku juga masih ingat, dihari pertama pernikahanku kau merusak semuanya! Eonnie macam apa kau ini? Tidak punya perasaan sedikitpun! Haruskah aku melakukan hal yang sama padamu agar kau tahu perasaanku?”, teriak Sooyoung.
“ Eomma... !”, Kyuyoung menepuk pipi eommanya.
“ Kalau bukan demi Kyuhyun, kalau bukan demi anak ini, mungkin aku bersikap sama kejamnya denganmu! Tapi karena merekalah aku tetap tenang, demi merek aku bertahan! Karena aku mencintai mereka!”, kata Sooyoung.
“ Aku tahu kau sangat membenciku Sooyoung-ah, aku minta maaf! Aku terlalu berlebihan! Aku bukan eonnie yang baik!”, Soojin berlutut di depan Sooyoung sambil mengucapkan kata-kata maaf dengan tulus.
“ Kau memang bukan eonnie yang baik bagiku! Tapi dari kejadiaan ini aku rasa semua orang punya kesempatan keduanya! Saat ini aku sudah sangat bahagia dengan hidupku dan kuharap kau tidak akan mengambilnya lagi!”, kata Sooyoung.
“ Tentu saja! Aku tidak akan mengulangi kebodohanku lagi! Aku bersumpah atas nama keluarga Choi aku tidak akan melakukan kebodohan yang merugikan orang lain lagi! Aku akan berubah dan menjadi eonnie yang lebih baik untuk dongsaengnku!”, kata Soojin.
“ Algesseyo!”, kata Sooyoung pelan.
Mereka lalu kembali ke ruang tamu dimana keluarga Choi dan keluarga Cho sudah menunggu. Kyuhyun tampak melempar sneyuman pada istrinya. Sooyoung dan Soojin terlihat kembali akrab seperti sediakala seolah tidak ada permasalahan yang terjadi diantara mereka.
Hari ini Kyuyoung menjadi pusat perhatian kedua keluarga itu. Dia menunjukkan banyak keimutan dan memberikan keceriaan bagi kedua keluarga itu. Semua masalah seolah terlupakan dengan adanya kyuyoung ditengah-tengah meteka.
“ Akhirnya semua memiliki ending yang indah! Oppa, neomu saranghae!”, Sooyoung memeluk Kyuhyun.
“ Nado!”, kata Kyuhyun sambil mengecup keningnya.
Kyuhyun tidak pernah menceritakan pada Sooyoung alasan konyol dibalik masalah pelarangan hubungannya dulu, karena Kyuhyun merasa hal itu sudah tidak penting untuk di bicarakan. Dengan adanya Kyuyoung dalam hidup mereka kebahagiaan mereka pun terasa lengkap. Kehidupan mereka terus berlanjut dengan penuh bumbu cinta kasih dan dukungan dari kedua keluarga.
THE END
Maaf ya kalau agak ngga nyambung..hehe..maklum..masih
SMP..begini deh..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar